Fraksi Golkar-PKB Minta soal Bonus Mobil Penyelenggara Pemilu Diredam

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

14 Agustus 2018 13:07 WIB
Elektoral | Rilis ID
Hearing Pansus Money Politics Pilgub Lampung di DPRD Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Hearing Pansus Money Politics Pilgub Lampung di DPRD Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Fraksi Golkar dan PKB meminta agar polemik bonus dari Bank Mandiri dan BRI kepada KPU dan Bawaslu Lampung, tidak diperpanjang alias diredam saja. 

(baca juga: Wow, Ternyata KPU Terima Mobil dari Anggaran Pilgub Lampung)

Hal itu dikatakan Ririn Kuswantari utusan dalam Pansus Money Politics dari Fraksi Golkar, saat hearing bersama di ruang rapat Komisi DPRD Lampung, Selasa (14/8/2018). 

"Interupsi pimpinan, saya kira bonus yang diberikan oleh Mandiri dan BRI tidak dijadikan polemik. Karena itu (bonus) bagian dari strategi pemasaran, namanya juga perusahaan," kata Ririn. 

Sementara itu Noverisman Subing fraksi PKB,  mengaku sudah tepat KPU dan Bawaslu Lampung menyimpan uang hibah Pilgub di dua bank tersebut. 

"Sudah tepatlah mereka menyimpan di Bank itu, karena dua bank itu bukan bank yang pailit seperti Tri Panca," kata dia. 

Sementara Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menyebutkan bahwa kata bonus kurang pas disebutkan,  tetapi lebih kepada support Bank Mandiri kepada KPU Lampung. 

"Sebenarnya dua mobil itu sebagai support Bank Mandiri atas proses demokrasi di Lampung. Jadi, tidak pas jika disebut bonus," tegas Nanang. 

Begitu pun Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah juga menyatakan hal serupa. 

"Dengan dua mobil itu (Innova dan Avanza) pinjam pakai, kemudian dapat meubleair,  tidak serta merta itu banyak di Bawaslu, tapi Bawaslu mendapatkan tambahan sedikit pendukung Pilgub," kata Khoir. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya