Fenomena 'Power of Emak-emak' di Pilkada Jatim, Ini Alasannya
Budi Prasetyo
Surabaya
Di samping itu, Mochtar juga menilai politisi perempuan lebih jarang atau lebih sedikit yang tersangkut masalah hukum dan moral.
Ini melahirkan harapan buat publik untuk mendapatkan pemimpin yang lebih baik.
"Momentum merebaknya kesadaran gender. bukan hanya skala nasional tapi juga global. Ada gairah sebagai diramalkan oleh Jhon Naisbit di abad 21 ini pada sosok perempuan untuk merebut panggung sosial, ekonomi dan politik," jelasnya.
Rendahnya keterwakilan perempuan baik di legislatif maupun eksekutif melahirkan tantangan tersendiri buat kaum perempuan untuk membuktikan, pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
