Deklarasi Maju Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso Bersiap Jadi Penantang Wahdi Siradjudin
Adi Herlambang Saputra
Metro
RILISID, Metro — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Metro Bambang Iman Santoso (BIS), resmi mendeklarasikan diri menjadi bakal calon (Bacalon) Walikota Metro di Kantor sekretariatnya Jalan Ikan Mas Nomor 42, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Minggu (4/8/2024).
"Insyaallah saya sebagai Ketua DPC menyatakan akan maju sebagai bacalon Walikota Metro periode 2024-2029," ungkapnya.
Sebelum menyampaikan deklarasinya, Haji Bambang sapaan Bambang Imam Santoso, menyampaikan rasa bahagia dan bangganya kepada seluruh keluarga besar DPC Demokrat Metro.
Ia juga menginginkan, Partai Demokrat Metro harus tegak lurus atas perintah dari partai yang akan mewarnai kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Metro.
Dalam waktu dekat, Haji Bambang juga memastikan jika dirinya akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Calon Wali Kota Metro.
Pada kesempatan tersebut, Sekertaris DPC Partai Demokrat Metro Fahmi Anwar, menyampaikan alasan mendeklarasikan Haji Bambang pada detik terakhir.
Menurut Fahmi, niat untuk mencalonkan Ketua DPC Demokrat Metro itu sudah lama muncul dan juga sebagai amanah dan perintah dari DPD serta DPP Partai Demokrat.
"Pertama karena dukungan dari Partai Demokrat sendiri untuk kontestasi. Sebab bicara pengalaman, Haji Bambang ini pernah jadi anggota DPRD di Kabupaten maupun Provinsi," tuturnya.
Fahmi menambahkan, pihaknya juga melihat kondisi dinamika politik di Kota Metro enam bulan terakhir surveynya dinilai lengang peminat, karena sebanyak 75-80 persen partai politik sudah memiliki keberpihakan kepada salah satu calon.
Menurutnya dalam politik, hal itu merupakan hal yang dinamis dan biasa. Sehingga ia menjalin komunikasi intensif dengan parpol yang mendapat kursi di DPRD Metro yang sampai saat ini masih terbuka dengan kita soal Pilkada 2024.
Pilkada 2024
Walikota Metro
Bambang Iman Santoso
Wahdi Siradjudin
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
