Debat Ketiga Pilgub, Saatnya Paslon Unjuk Kemampuan
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Tema debat kandidat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Lampung ketiga pada Jumat (11/5/2018) mendatang adalah tentang politik, hukum, dan keamanan.
Debat diselenggarakan di Hotel Novotel Bandarlampung sekitar pukul 19.00 WIB dan disiarkan live di TVRI selama 90 menit.
Andy Corry Wardhani, mewakili Ketua Dewan Pakar Debat Kandidat, Khairuddin Tahmid, menjelaskan debat ketiga pilgub hanya empat segmen.
Harapannya dengan debat terakhir ini lebih mengutamakan interaksi antarpasangan calon. Dengan begitu, gagasan yang disampaikan dapat dilihat oleh masyarakat pemilih.
Segmen pertama, yakni kritik visi-misi antarpaslon dengan berdasarkan tema.
"Di sini paslon mengkritisi visi-misi antara paslon satu dengan lainnya, waktunya dua menit," jelas Andy Corry saat konferensi pers di Hotel Bukit Randu, Rabu (9/5/2018) malam.
Segmen kedua, menayangkan video dari masyarakat tentang apa yang dialami warga lampung.
"Di sini paslon menanggapi video tersebut dengan gagasannya masing-masing. Waktunya 1,5 menit per paslon," katanya.
Segmen ketiga, paslon saling bertanya kepada yang lain. Semua paslon secara rata mendapat jatah atau kesempatan saling bertemu dengan lainnya.
”Dengan waktu bertanya 0,5 menit, menjawab 1 menit, kemudian bertanya lagi 0,5 menit jawab 1 menit. Ini diharapkan lebih banyak muncul interaksi," ungkapnya.
Kemudian segmen keempat, ada dua sesi. Sesi respons cepat dan pidato penutup.
"Kita harapkan banyak interaktif. Dibandingkan dengan sesi debat kedua, mudah-mudahan lebih seru pada debat ketiga," harapnya.
Debat ketiga tersebut, kata Andy, akan dipimpin oleh moderator debat dari TVRI Jakarta, Herdina Nurtaati yang merupakan news anchor TVRI.
"Kenapa lebih kita kedepankan interaksi antarpaslon, agar dapat mengetahui kapasitas paslon untuk mengatasi berbagai situasi terkini di Lampung. Gagasan dan kritik untuk Lampung lebih baik," terangnya.
Anggota dewan pakar lainnya, Rohaini, menyebutkan bahwa di debat terakhir ini pihaknya juga ingin menunjukan kemampuan keempat paslon kepada masyarakat.
"Di sini boleh mengkritik tapi harus berdasarkan basis data. Sehingga akan kelihatan kelebihan dan kekurangan paslon. Tidak seperti pada debat sebelumnya, saling melengkapi," tegasnya. (*)
Sembilan Dewan Pakar Debat Publik Ketiga:
1. Dr H Khairuddin Tahmid, Ketua MUI Lampung yang juga dosen UIN Raden Intan
2. Dr Erina Pane, dosen Pascasarjana Hukum Unila dan dosen UIN Raden Intan
3. Dr Rohaini, dosen Fakultas Hukum Unila
4. Dr Didiek R Mawardhi, mantan Ketua STIH Muhammadiyah
5. Dr Arifina ratih, dosen Unila
6. Dr Feni Rosalia, dosen FISIP Unila
7. Dr Ir M Irfan Afandi, dosen Agribisnis Pertanian Unila
8. Dr Andy Corry Wardhani, dosen Ilkom Unila
9. Dr Suripto Msi, dosen Unila.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
