DPD Golkar Lamsel Serukan Harga Mati Airlangga Capres 2024
lampung@rilis.id
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Lampung Selatan (Lamsel) menyerukan kepada kadernya serta semua pengurus agar memberikan pengabdian terbaik untuk berjuang memenangkan Partai Golkar dalam Pemilu serentak tahun 2024. Baik itu pemilu legislatif (Pileg), pemilu presiden (Pilpres), maupun pemilu kepala daerah (Pilkada).
Seruan itu bergema dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Candipuro dan Waysulan Lamsel, di Desa Rawaselapan, Candipuro, Minggu (6/6/2021).
Ketua DPD Lamsel Tony Eka Candra (TEC) mengatakan, target menjadi pemenang Pemilu serentak 2024 harus benar-benar terwujud.
”Terlebih, menjadi harga mati bagi segenap jajaran pengurus dan kader Partai Golkar bahwa Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto adalah calon presiden (Capres) 2024 dari Partai Golkar,” seru TEC.
Untuk mewujudkan itu semua, kata TEC, pengurus, kader, anggota dan simpatisan Partai Golkar harus kompak saling bergandengan tangan dan bersatu padu dalam memenangkan Partai Golkar.
TEC juga menyampaikan pesan dan salam dari Ketua DPD Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi yang menekankan kepada semuanya untuk terus semangat berjuang, dan berpesan tiada hari tanpa konsolidasi, dan tiada hari tanpa penggalangan dan pemenangan Partai Golkar.
TEC pun menginstruksikan kepada semua pengurus untuk mengibarkan panji-panji Partai Golkar hingga pelosok desa dengan melaksanakan berbagai program kegiatan dan karya nyata di tengah masyarakat.
Dalam pengarahannya, TEC juga menyampaikan tentang Doktrin Karya Siaga Gatra Praja, sejarah Partai Golkar, dan Program Partai Golkar menuju Indonesia emas, apabila Partai Golkar mendapat kepercayaan rakyat menjadi pemenang Pemilu dan memimpin kembali pemerintahan tahun 2024.
Intinya, TEC menyemangati pengurus yang baru dilantik dan segenap kader Partai Golkar, bahwa harus bangga menjadi pengurus, kader dan anggota Partai Golkar sebagai partai pejuang. Karena pembentukan dan kelahiran sekretariat bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), pada 20 Oktober Tahun 1964, bertujuan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari Partai Komunis Indonesia (PKI).
Bahkan, Sekber Golkar (Partai Golkar) bersama ABRI saat itu dan rakyat Indonesia yang anti terhadap komunis, bersatu padu menumpas Gerakan G 30 S/PKI yang telah melakukan makar dan pemberontakan pada Tahun 1965 untuk mengganti ideologi dan dasar negara NKRI Pancasila dan UUD 1945, dan menjadikan Indonesia menjadi negara komunis.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
