Berdarah Keraton, Fokus Pertanian dan Pariwisata
Wirahadikusumah
Alasan pertama adalah karena masyarakat Lamtim yang menurutnya rasional. Menurutnya, sejak Lamtim berdiri pada 1999, memiliki potensi luar biasa.
”Zaman dahulu yang dikenal adalah gajahnya Way Kambas. Nah, itu lokasinya di mana? Kan di Lamtim. Tetapi, coba lihat kondisinya sekarang, orang Lampung saja malas ke sana. Penyebabnya mungkin infrastruktur jalannya dan promosinya yang kurang,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, Lamtim juga memiliki pertanian dan perikanan yang luar biasa. Namun masalahnya, belum terkelola dengan baik.
”Saya melihat ada miss potensi dengan pengelolaannya. Orang mau jalan ke sana susah, mungkin pemerintahannya tidak mendukung. Padahal bagi pengusaha itu, dukungan birokrasi sangat diperlukan,” katanya.
Ia juga berniat ingin memberikan perhatian lebih kepada petani di Lamtim yang menurutnya memang perlu dihargai. Sebab, jika tidak ada perhatian dari pemerintah, maka produk yang dihasilkan petani tidak akan baik.
”Di negara maju, pertanian itu pasti diberi stimulus. Nah, pemerintah harus memberi itu kepada petani,” ucapnya.
Benkis juga berniat memperbaiki infrastruktur di Lamtim. Terutama jalan. Sebab, kondisi jalan yang baik akan memperlancar distribusi.
”Pastinya teman-teman pengusaha di luar Lamtim akan saya undang untuk berinvestasi,” janjinya.
Lalu modal politik apa yang dimiliki sehingga berniat maju sebagai Cawabup Lamtim? Benkis mengaku saat pileg 2019, raihan suaranya di kabupaten tersebut cukup banyak.
”Di Lamtim saya mendapatkan lebih dari 17 ribu suara,” pungkasnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
