Bawaslu Sesalkan Tabloid Indonesia Barokah Disebar ke Masjid dan Ponpes
Sukma Alam
Sleman
RILISID, Sleman — Anggota Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI Mochammad Afifuddin menyesalkan saat ini marak praktik kampanye kotor melalui media, sehingga perlu ada sinergi dari berbagai pihak untuk mewujudkan pemilu aman dan damai.
"Praktik kampanye kotor dengan menggunakan pemberitaan marak dilakukan, yang terbaru adalah penyebaran tabloid Indonesia Barokah yang disebar ke masjid dan pondok pesantren di seluruh Indonesia," katanya, Jumat (22/2/2019).
Menurut dia, dalam hal konten pemberitaan di media arus utama (mainstream), harus ada koordinasi dengan Dewan Pers untuk meminimalkan kampanye kotor.
"Dewan Pers kami minta untuk memeriksa konten, kantor pos kami minta untuk menyetop pengiriman. Indonesia Barokah itu ada niatan tertentu, dari alamat redaksinya saja sudah fiktif," katanya dilansir Antara.
Ia mengatakan, pihaknya juga turut mengawasi akun-akun media sosial. Setidaknya hingga Januari 2019, pihaknya mendata ada sekitar 900 cuitan di twitter.
"Sebanyak 65 cuitan ada indikasi negatif dan kami sedang tindak lanjuti," katanya dilansir Antara.
Ketua PWI DIY Sihono juga mengingatkan seluruh wartawan tentang konsep jurnalisme jalan lurus, yakni karyanya diinginkan dan dimaui oleh masyarakat.
"Jadi bukan karya yang diinginkan pemilik media, politisi juga karya yang dikehendaki oleh wartawan," katanya.
Sihono tidak membantah jika banyak media yang dimiliki oleh politisi. "Sebetulnya media ada bukan untuk kepentingan golongan tapi untuk kepentingan rakyat," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
