Bamsoet Minta Elite Politik Tak Lagi Saling 'Nyinyir'
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, meminta agar seluruh elite politik dan elemen bangsa untuk segera mengakhiri saling mengejek dan saling menyindir di ruang publik dalam menghadapi pemilu 2019.
"Semua kekuatan politik diharapkan dapat menahan diri. Segera akhiri saling ejek dan saling sindir di ruang publik," kata Bambang Soesatyo lewat siaran persnya pada Minggu (12/8/2018).
Menurut Bamsoet, sapaan akrabnya, dua pasangan calon yang akan berkompetisi di Pilpres 2019 sudah mendaftarkan diri ke KPU pada Jumat, 10 Agustus kemarin. Jadi, tidak perlu diperdebatkan lagi.
KPU juga sudah menutup masa pendaftaran capres-cawapres. Kini, parpol koalisi bersama pasangan capres-cawapres tinggal melakukan konsolidasi, sekaligus turut menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.
Dua pasangan capres-cawapres dari dua kubu koalisi yang mendaftarkan diri di KPU adalah, pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Menurut dia, saling ejek dan saling sindir yang mewarnai proses pembentukan koalisi partai dan penyaringan cawapres harus segera diakhiri. karena tidak produktif dan menimbulkan kegaduhan publik.
Menurut Bamsoet, suasana menuju tahap pendaftaran pasangan capres-cawapres dalam menghadapi pemilu presiden 2019, sempat menyita perhatian publik.
"Publik memberikan perhatian kepada proses pembentukan koalisi dan penyaringan sosok cawapres. Kedua proses ini sempat membuat ruang publik menjadi hiruk-pikuk," katanya.
Ia melihat, ada perang pernyataan, saling sindir, ada tudingan, serta kejutan terkait nama cawapres. Yang disayangkan, ketika pendaftaran usai, ruang publik tetap saja ramai atas kegaduhan itu.
"Ruang publik masih dipenuhi pernyataan-pernyataan yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
