Arinal-Nunik Tak Dilantik? Ini Jawaban Golkar
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Meski gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) terus bergulir, dan Bawaslu RI juga akan menggelar sidang terkait dugaan money politics di Pilgub Lampung, bagi Partai Golkar kondisi ini tak memunculkan kekhawatiran.
Sebagai partai pengusung, Golkar tetap optimistis pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia (Arinal-Nunik) akan dilantik sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terpilih periode 2019-2024.
”Nggak ada kekhawatiran. Kan ada undang-undang yang mengaturnya,” tegas Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung Supriyadi Hamzah, Senin (6/8/2018).
Bahkan saat ditanyakan, tiga kekuatan berada di tangan Mendagri, DPRD Lampung dan gubernur saat ini, bisa mengganjal pelantikan, ditambah juga adanya pansus money politics yang saat ini tengah bekerja.
”Ada yang mengawasi pelaksanaan peraturan itu. Jadi kami optimistis tidak ada hambatan apapun,” terang politisi kawakan ini.
Sementara itu, pansus money politics terus bergulir dalam mengumpulkan bukti bukti dan informasi terkait dengan darurat politik uang di Pilgub Lampung, 27 Juni 2018.
Ketua Pansus Mingrum Gumay menegaskan sekecil apa pun informasi yang diperoleh akan dijadikan bukti dalam dalam mengungkap praktik politik uang yang terjadi dalam pilgub.
”Ya rencanakan Jumat (10/8/2018) pansus akan kembali memanggil Bos PT.SGC, berikut juga dengan Barlian Mansyur dan Bawaslu termasuk KPU. Kita akan pertanyakan masalah anggaran yang digunakan,” ungkapnya.
Nah untuk Vice Presiden SGC Purwanti Lee, pihaknya ingin menanyakan keikutsertaan dalam pilgub lalu.
”Karena dia (Purwanti Lee-red) kan sudah gak asing lagi. saat pilgub selalu tampil di kampanye Arinal-Nunik. Kita cuma mau tahu keberadaan dia sebagai apa,” beber politisi PDIP Lampung itu. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
