Akademisi: Herman HN Pindah NasDem untuk Muluskan Jalan PIlgub 2024
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kabar pindahnya Herman HN dari PDIP ke NasDem menimbulkan banyak pertanyaan.
Jika benar, apa alasannya? Nah, pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila) Budi Kurniawan mencoba menganalisa.
Menurut dia, NasDem memang selalu berupaya membidik local strong man seperti mantan kepala daerah.
Hal ini dikarenakan NasDem tak memiliki figure central yang kuat dan populer untuk menarik massa.
"Sehingga akan sering dapat panggung di jaringan media grup. Untungnya NasDem punya infrastruktur partai yang kuat," ungkap Budkur --sapaannya, via WhatsApp, Senin (4/10/2021).
Sementara alasan dari sisi Herman HN, menurut akademisi yang tengah melanjutkan pendidikan di Amerika ini, bisa jadi karena PDIP terlalu padat.
Banyak tokoh lokal di partai berlambang banteng ini yang mengantre untuk bermain di pentas publik. Kepala daerah dari PDIP juga tak sedikit.
"Busnya sudah sesak, ada Sjachroedin ZP yang dekat dengan Bu Mega dan Mukhlis Basri juga. Belum lagi Eva (istri Herman HN), yang sudah aman jadi wali kota. Sedangkan NasDem masih lapang," paparnya.
Budkur menjelaskan, dengan pindahnya wali kota Bandarlampung dua periode ini ke NasDem, paling tidak akan mengamankan satu kursi di DPRD.
"Terus, minimal jalan jadi gubernur akan lebih lapang," kata dia.
Herman HN
Akademisi
PDIP
NasDem
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
