Tragis! Bakas si Harimau Sumatera Akhirnya Mati
Arya Besari
Lampung Barat
“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya benturan keras di kepala yang menyebabkan pendarahan otak. Itulah penyebab kematian Bakas,” kata Sugeng, yang memimpin proses nekropsi (bedah bangkai) pada Jumat malam sekitar pukul 19.40 WIB.
Bakas kemudian disemayamkan di PPS Lampung dan rencananyai akan diawetkan untuk kepentingan edukasi dan penelitian konservasi satwa liar.
BKSDA Bengkulu bersama pihak pengelola Lembah Hijau menyampaikan rasa duka mendalam atas kematian harimau tersebut.
Mereka juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan prosedur penanganan satwa agresif.
“Kami akan memperbaiki sarana dan meningkatkan aspek keamanan untuk satwa yang menunjukkan perilaku agresif agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo.
Diketahui, Bakas sebelumnya menjadi perhatian publik setelah berhasil dievakuasi dari kawasan perkebunan warga di Pemangku Kali Pasir, Pekon Sukabumi, pada Selasa (28/10/2025). Petugas gabungan memasang kandang jebak untuk mencegah konflik antara satwa liar dengan masyarakat.
Evakuasi saat itu berjalan lancar, dan Bakas sempat mendapat perawatan intensif sebelum akhirnya dipindahkan ke fasilitas konservasi. Namun, upaya penyelamatan itu kini berubah menjadi kabar duka bagi dunia konservasi di Sumatera.
Kematian Bakas menambah panjang daftar harimau sumatera yang tewas akibat jerat dan konflik manusia-satwa. Padahal, spesies ini berstatus terancam punah (critically endangered) menurut daftar merah IUCN.
“Bakas menjadi pengingat bahwa jerat liar masih menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan satwa langka di hutan-hutan Sumatera,” ujar Himawan. (*)
Harimau Sumatera
terjerat
mati
BKSDA
Lembaga Konservasi Lembah Hijau
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
