Ken Setiawan: Pelaku Ledakan di SMAN 72 Diduga Siswa Korban Bully yang Terpapar Paham Terorisme
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ken juga menuturkan, pernah mendapat laporan mengenai remaja terpapar terorisme yang berencana menikahi istri mantan teroris yang dikenalnya lewat media sosial.
“Kelompok teror sangat paham cara kerja algoritma medsos. Mereka memanfaatkannya untuk menyebarkan propaganda dan mencari sasaran empuk,” tegas Ken.
Menurutnya, di era digital saat ini, media sosial telah menjadi “alat perang” utama dalam penyebaran ideologi radikal — melalui penggiringan opini dan propaganda yang sulit dibendung.
Ken menilai, lemahnya sosialisasi dan literasi mengenai bahaya radikalisme turut memperparah situasi ini. “Upaya pemerintah masih seperti lilin, sementara kelompok radikal bergerak seperti obor,” ujarnya mengibaratkan.
Karena itu, ia mendorong pemerintah, ormas, dan seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam pencegahan dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila secara masif.
“Radikalisme itu seperti virus. Bisa menjangkiti siapa saja, tanpa memandang latar belakang sosial, pendidikan, atau profesi. Karena itu, perlu kewaspadaan dan sosialisasi yang terus-menerus,” tutup Ken. (*)
Ken Setiawan
paham terorisme
ledakan bom
SMAN 72
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
