Hujan Dua Hari, Puluhan Hektare Tanaman Padi di Rawa Panji Terancam Puso

Agus Pamintaher

Agus Pamintaher

Lampung Selatan

3 Januari 2026 13:14 WIB
Peristiwa | Rilis ID
Kondisi tanaman padi di Rawa Panji Des Balinuraga yang terendam banjir. Foto istimewa
Rilis ID
Kondisi tanaman padi di Rawa Panji Des Balinuraga yang terendam banjir. Foto istimewa

RILISID, Lampung Selatan — Akibat hujan turun selama dua hari, lahan persawahan di Rawa Panji, Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), kini terendam banjir dan terancam puso.

Salah seorang petani Wayan Agus (43) mengaku, tanamannya yang berumur 30 hari dipastikan akan mengalami puso, karena airnya tidak akan bisa surut hingga seminggu kedepan.

Hal itu disebabkan, air tidak bisa dibuang ke luar lokasi lahan pertanian karena lokasinya menyerupai gentong air di lahan puluhan hektare.

"Tanaman padi dipastikan sulit untuk bertahan hidup akibat genangan air dengan kondisi lahan seperti itu," kata Wayan Agus, Sabtu (3/1/2025).

Gagal panen yang dialami petani di Rawa Panji menurut Wayan bukan hanya terjadi di setiap musim rendeng, tetapi juga saat tanam gadu 

"Kalau sudah terendam banjir seperti ini, bisa sampai tiga kali tanam ulang," imbuhnya.

Wayan Agus berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi banjir yang terjadi setiap musim hujan, agar tidak mengalami kerugian hingga jutaan rupiah setiap kali tanam.

"Kalau sekarang ini hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat banyak," pungkasnya  

Pelaksana tugas (Plt) KUPT Pertanian Kecamatan Way Panji Astono membenarkan banjir yang menggenangi lahan pertanian khususnya tanaman padi umur 10-20 hari seluas 50 hektare.

Pihaknya juga sudah mengusulkan ke Balai Besar Way Sekampung (BBWS) terkait masalah yang dialami petani di Rawa Panji.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Hujan dua hari

Tanaman padi

terendam banjir

rawa panji

Lampung Selatan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya