Upah Sebulan Belum Jelas, Petugas Kebersihan Kota Aksi Lagi
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Puluhan petugas kebersihan Kota Bandarlampung kembali menggelar aksi guna menuntut sebulan upah yang tertunggak sejak 2021 di Bundaran Adipura Bandarlampung, Minggu (29/5/2022).
Kali ini, aksi petugas kebersihan didampingi oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Bandarlampung.
Perwakilan LMND Dewan Nasional (DN) Bandarlampung, Kristin, mengungkapkan pihaknya turut serta karena menurutnya petugas kebersihan itu bagian dari kelas pekerja.
Dalam situasi hari ini, di tengah-tengah kondisi angka kebutuhan hidup yang semakin tinggi, pendidikan semakin mahal, akses kesehatan juga tidak ramah terhadap rakyat miskin.
"Maka tidak seharusnya petugas kebersihan mengalami kesengsaraan yang berlapis dengan tidak dibayarkan upah tepat pada waktunya," ujarnya.
Selain itu, pihaknya masih menemukan praktik-praktik pemberian upah di bawah ketentuan undang-undang yang berlaku.
Hal ini masih diperparah ditambah tidak adanya jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang layak bagi pekerja kebersihan.
"Padahal kita tahu kondisi kerja yang buruk selalu dihadapi oleh mereka. Udara dan lingkungan yang bersih juga kita rasakan sehari-hari karena jerih parah pekerja kebersihan," katanya.
Namun, pemerintah kota yang seharusnya dapat menjalankan kerja berdasarkan amanat UU, justru menindas pekerja kebersihan.
Salah satu peserta aksi yang bekerja sebagai penyapu jalan, Asrianto, mempertanyakan kesalahannya jika menggelar aksi demo. Sebab, beredar kabar petugas terlibat aksi akan dipecat dari pekerjaannya.
Petugas Kebersihan
Upah Nunggak
Bandarlampung
Ancam Mogok
Aksi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
