Tanpa Alat Memadai, Babinsa dan Warga Berjibaku Padamkan Api di Lahan Perkebunan
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Musim kemarau panjang melanda Kabupaten Mesuji membuat sejumlah wilayah beresiko terjadinya kebakaran. Salah satunya lahan gambut milik warga di Desa Bujungburing, Kecamatan Tanjungraya yang berbatas dengan Desa Kagungan Dalam.
Akibat kebakaran itu, ladang warga hangus dilalap si jago merah. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Beruntung, musibah itu tidak menyebabkan korban jiwa.
“Saat ini warga terus berjaga, di wilayah perkebunan untuk memantau situasi. Karena posisi kering saat ini, membuat kebun karet dan lahan kosong dengan rumput kering sangat rentan terbakar,” kata Jumingan, warga Desa Bujungburing, Senin (18/09/2023).
Kebakaran itu sendiri terjadi dua hari lalu tepatnya Sabtu (16/09/2023). Untuk memadamkan api warga setempat dibantu lima anggota TNI dari Koramil 426-01 Simpangpematang.
Salah satu anggota yang juga Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bujungburing, Sertu. Roy Martin menyebutkan pemadaman api di lahan warga sulit dilakukan. Karena akses menuju lokasi sulit dijangkau dengan kendaraan roda empat.
Akhirnya, kata Roy, bersama warga dengan menggunakan alat seadanya, dengan mengendarai sepeda motor bisa sampai di lokasi dan berjibaku memadamkan api.
“Memang kita kesulitan sejak awal, karena tidak ada jalan ke lokasi hanya setapak yang bisa dilalui sepeda motor. Syukurlah, akhirnya api bisa dipadamkan meski dengan alat seadanya menggunakan ranting pohon, tongkat, sedapatnya saja di lokasi,” katanya.
Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji menyebutkan ada 57 titik panas (hot spot) yang terdeteksi di wilayah Mesuji melalui Karhutla monitoring system dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dengan semua kondisi itu, Pemkab Mesuji hanya memiliki satu dari tiga unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) yang bisa beroperasi dengan kapasitas tangki 3000 liter. Karena dua unit mobil damkar lainnya sudah rusak berat tidak dapat beroperasi.
Kondisi itu disayangkan banyak pihak. Salah satunya, Agus (53) warga Simpangpematang yang beberapa waktu lalu melihat kebakaran di Ruko milik Seno di dekat Pasar Simpangpematang.
kebakaran
TNI
Mesuji
kemarau
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
