Ratusan Ribu Pemudik Menyebrang ke Pulau Jawa, Prediksi Gelombang Kedua pada Weekend
Pandu Satria
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan
— Trafik penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Jawa, terpantau ramai lancar dan cenderung menunjukkan peningkatan, Rabu (26/4/2023).
Diprediksi sebelumnya, H+2 menjadi puncak arus balik pertama dengan jumlah total penumpang yang menyeberang mencapai 123 ribu orang, 11.688 unit roda dua, dan 15.202 unit roda empat.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, puncak arus mudik periode pertama masih sesuai dengan prediksi.
Yaitu pada 24 April 2023 atau H+1 dan 25 April 2023 atau H+2. Data pada H+1, jumlah kendaraan roda dua mencapai 6.255 unit dan kendaraan roda empat mencapai 11.854 unit.
Lalu pada H+2, terlihat kenaikan yang signifikan, tercatat 11.688 unit kendaraan roda dua dan 15.202 unit kendaraan roda empat yang telah menyeberang ke Jawa," ujarnya.
Kendati telah mencapai prediksi puncak arus balik pertama, ASDP mengantisipasi trafik arus balik yang akan terdistribusi merata hingga akhir pekan ini.
"ASDP juga memperkirakan akan terjadi lonjakan arus mudik kedua pada H+6 dan H+7 Lebaran atau 29 dan 30 April 2023 menyusul adanya himbauan Pemerintah untuk perpanjangan masa cuti," bebernya.
Adapun kondisi di Pelabuhan Bakauheni terpantau ramai lancar dan terkendali. Salah satu faktor yang mendukung kelancaran di pelabuhan adalah karena adanya kerja sama.
Para pengguna jasa juga telah mematuhi arahan Presiden Joko Widodo dan para Menteri yang mendorong pemudik kapal ferry. Agar melakukan reservasi tiket lebih awal melalui Aplikasi atau Website Ferizy, dan mitra penjualan resmi ASDP.
"Kami mengapresiasi pengguna jasa yang telah membeli tiket sebelum tiba di pelabuhan. Hal ini sangat berpengaruh pada kelancaran arus mudik dan balik tahun ini. Apalagi sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan," imbuh Shelvy.
Bakauheni
Arus balik
ratusan kendaraan
ramai lancar
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
