Perenang Pemburu Koin Kantongi Ratusan Ribu Sehari Saat Arus Mudik
Muhaimin Abdullah
Bakauheni
RILISID, Bakauheni — Perenang pemungut koin yang sering disebut "anak katak atau anak koin" merupakan hal yang sering kita jumpai apabila ingin melakukan penyeberangan melalui kapal laut di Pelabuhan Bakauheni dan Merak.
Mereka akan melompat ke dalam laut untuk mengambil uang yang dilemparkan oleh para pemudik dari atas kapal ke laut.
Meskipun tubuhnya sudah hampir terhimpit badan kapal dan dinding dermaga para pengambil koin tersebut tetap berenang.
Salah satu warga yang menjadi pengambil koin tersebut Hendra (18) merupakan warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Bakauheni Lampung.
Sebelum terjun ke laut, Hendra bersama teman-temannya berdiri di tepian dermaga sambil melambaikan tangan dan berteriak ke arah penumpang yang berdiri di sisi kiri-kanan kapal sebelum berlayar atau saat akan sandar.
"Lempar uang! Nanti kami nyebur," teriak Bagus dan teman-temannya, Kamis (20/04/2023) sore.
Setelah para penumpang diatas kapal melempar coin tersebut maka Hendra dan teman-temannya langsung lompat ke laut dengan berbagai gaya untuk mengambil uang tersebut.
"Nanti kalo ada satu yang lempar uang, penumpang kapal lain ada yang lempar juga," kata Hendra dengan pakaian yang basah usai mereka menceburkan diri ke laut.
Hendra bukan tidak tahu kalau hal tersebut membahayakan bahkan berpotensi menyebabkan kematian.
"Ya sadar kalau ini berbahaya, kadang kita dimarah karena nyebur gini sama pengelola pelabuhan," ujarnya.
Anak koin
Bakauheni
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
