Pengakuan Korban Perundungan, Ingin Pindah Sekolah
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Siswi SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung yang menjadi korban perundungan dan direkam sembari memegang alat kemaluan, hampir di bawa ke kamar mandi namun tidak jadi. (Baca: Viral! Siswi SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung Jadi Korban Perundungan, Dipaksa Gerakan Asusila Sembari Direkam)
Hal itu dikatakan MA (17) saat ditemui di rumahnya di Kedaton, Kota Bandar Lampung, Senin (4/12/2023).
Terkait tindakan oleh temannya seperti apa. Dengan sedikit rasa trauma, ia mengaku tidak ada masalah dengan teman satu kelasnya. Tetapi ia justru disuruh aneh-aneh seperti membuka baju dan banyak lainnya.
Temannya bahkan sudah lama mengancam dan menyuruh seperti itu terus menerus setiap seminggu sekali. Kemudian direkam dan akan disebarkan kalau tidak mau melakukan lagi.
"Saat itu, semua teman satu kelas melihat dan enggak tau kemana videonya. Laporan sih ke guru, tanggapannya biarin aja anak itu begitu. Enggak ada pembelaan dari sekolah," katanya.
Ia melanjutkan ceritanya, pernah melawan tetapi cowok satu kelas disuruh suara asusila sambil direkam memegang dadanya
Kemudian, pernah mau dibawa ke kamar mandi, tetapi tidak jadi. Pernah dipukul sekali dan mereka juga sampai membuat roknya robek.
Menurut korban, perisitiwa tersebut dilakukan sejak kelas XII yaitu di bulan Juli-Desember 2023.
"Enggak ada yang membela dan mendukung dari teman hingga guru. Walaupun ada guru tidak dilarang juga bahkan uang jajan selalu diminta," imbuhnya.
Sejak kejadian itu, korban tidak masuk sekolah sejak hari Kamis (23/12/2023) dan ingin pindah sekolah.
Perundungan
siswi SMA Muhammadiyah
Bandar lampung
ingin pindah sekolah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
