PT ASDP: Semua Kapal Disiapkan jika Terjadi Lonjakan
Pandu Satria
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Pihak PT ASDP Indonesia Ferry, memprediksikan jika ada lonjakan yang cukup signifikan saat menjelang hari H-1 mudik lebaran, akan memakai semua Kapal,
Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Saifulail Maslul mengatakan, untuk hari ini masih terbilang ramai lancar. Walaupun lebih banyak peningkatan di kendaraan angkutan barang, namun pemudik tetap berdatangan.
"Kondisi Masih normal, jadi kita siapkan 30 kapal untuk saat ini. Tapi kalau kemungkinan ada lonjakan, akan ada penambahan Armada," ujarnya Sabtu (15/4/2023).
Untuk penambahan kapal, menurut Humas bukan kewenangan ASDP. Tetapi negara regulator atau BPTD yang mempunyai kewenangan atau kebijakan untuk menambah armada dan juga pengaturan jadwal.
Saat ini, Pelabuhan Bakauheni menyiapkan sebanyak enam Dermaga Reguler dan satu Dermaga Eksekutif. Setiap Dermaga, hanya lima kapal, namun jika padat biasanya akan ada penambahan satu kapal di semua Dermaga Reguler dengan total 36 kapal.
Lalu untuk arus balik belum ada kebijakan lebih lanjut dari pemerintah seperti apa pemberlakuannya. Akan tetapi dia mengimbau cara memesan tiket kapal yaitu awalnya buat akun Ferizy.
"Masukkan isian Pelabuhan asal dan tujuan berikut juga kelas layanan, menggunakan kendaraan atau tidak, tanggal dan jam jadwal masuk pelabuhan, dan jumlah penumpang. lalu klik cek cari jadwal," imbuh Saifulail Maslul.
Setelah sudah dipastikan jadwal keberangkatan dan isian lainnya klik 'Pesan tiket', Lalu isi detail pesanan seperti nomor polisi kendaraan, identitas penumpang lalu klik 'Pesan Sekarang'.
Lalu konfirmasi pesanan dan lakukan pembayaran, Setelah pembayaran berhasil e-ticket dapat diunduh melalui email atau menu 'Pesanan Saya' di website.
"Perlu diberitahu kepada pemudik, juga harus bersiap memasuki Pelabuhan setidaknya dua jam sebelum jam keberangkatan. Untuk mengantisipasi kepadatan," pungkasnya. (*)
Bakauheni
Mudik
Ferizy
semua kapal disiapkan
jika terjadi Lonjakan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
