Monyet Bukit Banten Kerap Turun ke Permukiman, Warga Minta Solusi Pemkot
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Warga meminta Pemerintah Kota Bandarlampung memperhatikan habitat monyet liar di Bukit Banten.
Alasannya, ratusan monyet yang menghuni bukit tersebut kerap turun ke pemukiman warga karena kelaparan dan acap kali menimbulkan kerusakan.
Ketua RT 011 Sidodadi, Kedaton, Ahmad Junaidi, menjelaskan hampir setiap hari monyet turun ke ke rumah-rumah warga karena ketiadaan makanan di bukit tersebut.
"Monyet kerap mencuri apa saja yang bisa dimakan. Telur ayam peliharaan saya kerap dicuri," kata Junaidi, Minggu (13/2/2022).
Ia memprediksi, ada sekitar 200 ekor monyet yang mendiami Bukit Banten tersebut.
"Sudah banyak atap rumah warga yang rusak, genteng-genteng pada pecah. Apalagi asbes, mudah sekali monyet merusaknya," ungkap dia.
Saat ini, lanjut Junaidi, sudah ada Paguyuban Gunung Banten (Guban) yang dibentuk tahun 2021 untuk mengawasi monyet.
Namun, akibat pandemi sehingga pergerakan Guban ini belum efektif.
Ia berharap, Pemkot Bandarlampung memberikan perhatian lebih terhadap habitat monyet tersebut.
"Kalau kita inginnya sih ada perhatian rutin dari Pemkot Bandarlampung dan Dinas Pariwisata," ujar dia.
Monyet
Gunung Banten
Bukit Banten
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
