Maling Kabel di Tanjungbintang Terkapar Diamuk Massa
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Nasib naas dialami Aldo Valendino (19) warga Desa Sindang Anom, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).
Pasalnya, saat mencuri kabel tembaga di PT Semen Pozolan Desa Galihlunik, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan (Lamsel), tertangkap tangan dan jadi korban amuk massa, Selasa (27/6/2023) sekira pukul 01.00 Wib.
Kapolsek Tanjungbintang Kompol Martono mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin mengatakan, tersangka dilaporkan warga terkait tindak pidana pencurian kabel.
"Saat anggota kami mendatangi TKP, tersangka sudah terkapar di depan pintu gerbang PT Semen Pozolan, akibat amuk massa," ujar Kapolsek, Rabu (28/6/2023).
selanjutnya, anggota membawa tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung untuk dilakukan perawatan. Hasilnya, tersangka mengalami luka memar di pelipis sebalah kanan, dan luka benda tajam di bahu sebelah kanan dan dalam keadaan sadar.
Saat dilakukan interograsi, tersangka mengakui mencuri kabel listrik bersama dengan empat orang temannya Oto, Beni, Alif dan Sentot (semua masuk DPO ).
"Dari tangan tersangka turut diamankan barang bukti berupa celurit, gunting besi, pisau karter, linggis, sendal jepit warna hitam, sendal jepit warna ungu dan kabel tembaga panjang lima meter," imbuh Kompol Martono.
Aksi pencurian tersebut menurut Kapolsek dilakukan Senin (26/6/2023) sekira pukul 00.30 Wib. Tersangka masuk ke dalam lokasi gudang melalui tembok pagar yang ambruk di belakang gudang.
Kemudian masuk ke dalam gudang melalui lubang ventilasi dan mengambil kabel tembaga dengan cara di potong memakai gunting baja dan linggis.
Akibat kejadian tersebut, PT Semen Pozolan mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp5 juta dan korban melaporkan ke Polsek Tanjungbintang untuk proses hukum lebih lanjuti.
Maling kabel
PT Semen Pozolan
terkapar diamuk massa
Polsek Tanjungbintang
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
