Keluarga Korban Tolak Damai Kekeluargaan, Pihak Sekolah Sebut Tak Ada Perundungan
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Keluarga MA (17) siswi SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung yang menjadi korban perundungan, meminta agar para pelaku segera diproses oleh pihak Kepolisian
Hal tersebut dikatakan Ci (24) kakak korban, saat ditemui Rilis.id Lampung di rumahnya, Senin (4/12/2024).
Menurut Ci, adiknya saat ini terkena gangguan mental dan suka berteriak hingga dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.
"Jumat (1/12/2023) sekitar pukul 02.00 WIB, adik saya teriak-teriak," kata Ci.
Keesokan harinya, Ci menemui wali kelas menanyakan apa yang dialami adiknya sambil memberitahukan jika adiknya tidak masuk sekolah dan mengikuti ujian. Namun, tanggapan wali murid masih mencari benar atau tidak adiknya menjadi korban perundungan.
Mendengar jawaban wali murid, Ci tidak puas dan mencari tahu dari saksi yang melihat adiknya di bully.
Ternyata, jawaban rekan adiknya mengaku bahwa pelakunya memang ada dan pernah di sidang. Tetapi tidak ada yang mengakui dan ada satu siswa yang menjadi pahlawan karena takut dengan temannya.
Atas peristiwa tersebut, Ci mengaku sudah membuat laporan ke Polresta Bandar Lampung.
"Saya bingung tapi berusaha kooperatif. Pihak sekolah meminta damai secara kekeluargaan, tapi saya tolak dan berharap pelaku ditangkap," harapnya.
Perundungan
siswi SMA 2 Muhammadiyah
Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
