Diduga Mesum, Sekjur di Itera Mundur dari Jabatannya
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pihak Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera) akhirnya angkat bicara perihal adanya dugaan perbuatan mesum yang dilakukan oleh dua oknum dosen kampus tersebut.
Kedua oknum dosen tersebut yakni dosen (Pria) yang juga menjabat sebagai sekretaris jurusan (Sekjur) Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) berinisial STEWH dan oknum Dosen Pariwisata berinisial ATS (Perempuan).
Karena adanya peristiwa tersebut, STEWH mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjur Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan.
"Nggak mengundurkan diri dari dosen, yang dosen laki-laki hanya mengundurkan diri dari Jabatannya sebagai Sekjur," ungkap Humas Itera Rudiyansyah, Senin (20/2/2023).
Rudi mengatakan, kedua dosen tersebut dinyatakan melanggar etik dosen. Dirinya juga menegaskan pihaknya tidak melakukan pembuktian asusila, melainkan hanya penegakan Standar Oprasional (SOP) Kampus.
"Iya jadi melanggar etik, maka diberi sanksi," ujarnya.
Dirinya juga membantah adanya penggerebekan yang dilakukan satuan keamanan kampus.
Tetapi hal tersebut adalah penegakan SOP yang setiap saat dilakukan di lingkungan kampus kepada seluruh civitas akademika perihal batasan jam malam.
"Artinya melanggar jam malam. Kedua oknum tersebut sudah mendapatkan sanksi dari Satuan Pengawas Internal (SPI), dan Komisi Disiplin," ujarnya.
Rudy menegaskan, sebagai institusi pendidikan tinggi, Itera senantiasa menjaga marwah institusi dengan berupaya menegakan norma hukum.
Dosen Mesum
ITERA
Mundur dari Sekjur
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
