Akui Terbawa Emosi, Satgas Gojek Berharap Dugaan Penganiayaan Selesai secara Kekeluargaan
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Satgas Gojek mengklarifikasi dugaan penganiayaan mitranya di depan kantor Gojek pada Jumat malam (8/10/2021).
Erwan, Satgas Gojek selaku terlapor menjelaskan, awalnya isu pungli beredar melibatkan Satgas Gojek.
Saat pihaknya mendalami isu itu, mitra Gojek, Tomo, menghubungi satgas pada Jumat pukul 14.00 WIB, Selasa (12/10/2021).
"Saya mendapat telepon dari nomor tidak dikenal, menanyakan seolah saya menyediakan jalur cepat (VIP) menjadi mitra Gojek tanpa verikasi," papar Erwin.
Lalu, Tomo mengajak bertemu. Namun Erwan menolak karena takut terjadi apa-apa.
Erwan kemudian meminta Tomo menemuinya di kantor. Selaku satgas, ia mengajak Tomo berbicara santai di dalam kantor. Tapi, Tomo menolak.
Tidak lama setelah mengobrol, Tomo kembali bertanya soal jalur VIP.
Hal ini menyebabkan Erwan yang merasa informasi tersebut tidak benar sedikit emosi.
Sambil menepuk pelan pipi kiri Tomo, ia menjelaskan informasi itu tidak benar.
Penasaran, Erwan bertanya dari mana, Tomo mendapat informasi tersebut. Tapi, Tomo tidak menjawab.
Satgas Gojek
Ojol
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
