7 Kabupaten/Kota di Lampung Diterjang Banjir, Ini Data Lengkapnya
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Lampung pada Jumat (17/1/2025) mengakibatkan tujuh Kabupaten/Kota terdampak banjir.
Kota Bandar Lampung jadi daerah yang mengalami dampak paling parah. Mengakibatkan belasan ribu rumah terendam banjir, menenggelamkan kendaraan mobil dan motor, menghancurkan jembatan, hingga menyeret kapal-kapal nelayan.
Dari data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung, kabupaten/kota yang terdampak banjir yaitu Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, dan Pesisir Barat dan Pringsewu.
Dari data yang dihimpun Rilis.id, di Bandar Lampung titik banjir terjadi di 10 kecamatan mengakibatkan 13 ribu rumah terendam.
Di Lampung Tengah, banjir terjadi di dua kecamatan yaitu Kecamatan Bekri dan Bumiratu Nuban. Sebanyak 25 rumah di Kampung Wates dan 14 rumah di Kampung Sukaraja Bumiratu Nuban terdampak banjir denganketinggian hampir 1 meter.
Sementara di Kampung Sinar Banten banjir merendam belasan rumah warga dengan total korban 40 Kepala Keluarga (KK).
Di Lampung Selatan banjir terjadidi Kecamatan Tanjung Bintang, Candipuro, Natar, Jati Agung dan Tanjung Sari.
Totalnya ada 12 desa yang terdampak banjir. Yaitu Sinar Ogan, Galik Lunik, Way Galih, Titiwangi, Gelam, Beringin Kencana, Bumi Jaya, Sinar Pasmah, Perum Tridarma Hajimena, Way Huwi, Mulyo Sari dan Malang Sari. Namun tidak disebutkan berarapa unit rumah yang terendam.
Sementara di Lampung Timur Banjir terjadi di 6 kecamatan, yaitu Way Bungur, Sekampung Udik, Batanghari, Sukadana, Raman Utara, dan Bumi Agung.
Dampaknya ratusan warga jadi korban banjir, yaitu di Way Bungur 83 jiwa, di Benjarejo 45 jiwa, Pasar Sukadana 99 KK, dan beberapa daerah yang masih dalam pendataan Pusdalops.
banjir Bandar Lampung
banjir bandang
banjir Lampung
BPBD Lampung
bencana alam
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
