Masuk Areal Persawahan, Tim Satgas dan Warga di Suoh Halau Belasan Gajah Liar
Arya Besari
Lampung Barat
Satgas bersama pihak TNBBS kini memperketat patroli di wilayah perbatasan hutan dan area rawan lintasan satwa.
“Setiap kali musim kemarau panjang, pergerakan gajah biasanya meningkat. Kami terus berkoordinasi dengan petugas TNBBS untuk melakukan pengawasan rutin,” lanjut Sugeng.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang bisa memicu amarah gajah, seperti melempari batu atau menyalakan api terlalu dekat.
“Waspada boleh, tapi jangan panik. Jaga jarak aman dan segera lapor jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa liar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pekon Suka Marga, Suharto, mengapresiasi kesiapsiagaan warga dan tim satgas yang sigap turun ke lapangan begitu mendengar suara kentongan tanda bahaya.
“Koordinasi berjalan baik. Begitu warga mendengar suara kentongan, mereka langsung membantu mengarahkan kawanan gajah tanpa ada yang bertindak ceroboh,” ujar Suharto.
Ia menambahkan, kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi dalam dua tahun terakhir.
Wilayah Suoh memang dikenal sebagai jalur lintasan alami kawanan gajah liar yang berasal dari kawasan hutan TNBBS.
“Kalau dulu seringnya dua atau tiga ekor, kali ini cukup banyak, sampai 18 ekor. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa kembali tanpa insiden,” tambahnya.
Pihak Pekon berencana mengajukan bantuan alat penghalau satwa tambahan seperti lampu sorot dan meriam karbit, guna memperkuat kesiapsiagaan warga di musim mendatang.
Halau gajah
gajah liar
masuk sawah
warga Suoh
Tim Satgas
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
