Selama 2024 Kasus Kematian DBD di Lampung Naik Drastis
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Penguatan Jejaring Layanan Public-Private Mix (Surveilans dan Rujukan Tatalaksana) ke kabupaten kota. Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan PSN 3M Plus melalui G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik) ke kabupaten kota. Dan sosialisasi vaksin Dengue dalam upaya penanggulangan dengue.
Adapun himbauan yang harus dilakukan kepada masyarakata dengan melakukan (Pemberantasan Sarang Nyamuk) PSN 3M Plus. Dinas Kesehatan juga berharap kepada masyarakat untuk bisa bergerak secara massal dan berkelanjutan terkait langkah-langkah antisipasi dengan melaksanakan gerakan serentak pencegahan dan pengendalian DBD dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara Menguras, Menutup, Mendaur ulang (PSN-3M PLUS) secara kontinu setiap minggu di lingkungan rumah, sekolah, kantor, tempat-tempat umum, rumah ibadah dan tempat-tempat penularan potensial lainnya antara lain dengan cara :
Menguras/membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember penampungan air, penampung lemari es, tatakan dispenser, dll; Menutup rapat tempat-tempat penampungan air, seperti drum, tong air, dll; Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
Menabur bubuk larvasida; Menggunakan obat nyamuk;
Menggunakan kelambu saat tidur; Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; Menanam tanaman pengusir nyamuk; Mengatur cahaya ventilasi rumah; Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
Menghimbau kepada Puskesmas, Rumah Sakit baik itu RS umum maupun swasta atau Klinik untuk :
Menekankan kepada RS baik RSUD (KDRS), RS Swasta, klinik, untuk melaporkan secara rutin kasus Dengue (DD, DBD, DSS) kepada Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten kota dalam waktu 1x24 jam, dan segera di tindaklanjuti oleh Puskesmas untuk dilakukan PE DBD.
Sosialisasi terkait perjalanan penyakit, meningkatkan kewaspadaan di layanan primer/Puskesmas/RS/klinik, termasuk juga apotek yang menjadi “rujukan” pertama ketika masyarakat sakit, terutama di fase-fase kritis. (*)
Dbd
demam berdarah dengue
dinkes Lampung
dinas kesehatan
kasus dbd di Lampung meningkat
dbd di Lampung naik Drastis
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
