Sektor Pertanian dan Kehutanan Masih Dominasi KUR di Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pertanian dan kehutanan yang memang menjadi dominasi pekerjaan masyarakat Lampung mendominasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Lampung.
Hal ini diungkapkan Farhan Fatnanto, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil DJPb Provinsi Lampung.
Menurutnya dominasi sektor pertanian dan kehutanan ini terlihat konsisten dan bahkan meningkat dalam tiga tahun terakhir.
"Pada tahun 2023, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menyumbang 53,45% dari total penyaluran KUR," ujar Farhan.
Angka ini terus meningkat menjadi 59,47% di tahun 2024 dan diperkirakan mencapai 60,04% pada tahun 2025. Ini menunjukkan fokus yang kuat pada penguatan sektor primer di Lampung melalui pembiayaan bersubsidi.
"Di urutan kedua, perdagangan besar dan eceran juga mendapatkan porsi yang signifikan, meskipun dengan tren sedikit menurun dari 31,78% di 2023 menjadi 26,73% di 2025," lanjutnya.
Sementara untuk sektor lainnya seperti jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan, serta industri pengolahan juga menerima dukungan KUR, namun dalam persentase yang lebih kecil.
Selain itu untuk jenis KUR yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Lampung adalah KUR Mikro.
"KUR mikro ini memiliki skema pembiayaan dengan plafon maksimal Rp100 juta tanpa agunan tambahan, yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro," tambahnya.
Dengan bunga yang ditanggung debitur sebesar 6% - 9% dan subsidi bunga yang ditanggung pemerintah sebesar 7%-10%.
Kredit usaha rakyat
kur
kur Lampung
pertanian
kehutanan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
