Hari ke enam SDN Tanjung raja pedukuhan batu nyangka mulai pasang batako.poto:istimewa
Proses pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Satu Atap di Pedukuhan Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus terus menunjukkan progres positif.
Memasuki tahap pembangunan dinding, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0424/Tanggamus bersama relawan dan masyarakat mulai melaksanakan pemasangan bata batako, Rabu (14/05/2026).
Pembangunan sekolah tersebut merupakan tindak lanjut dari respon cepat Kodim 0424/Tanggamus terhadap kondisi sekolah yang sebelumnya viral karena bangunannya dinilai memprihatinkan dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Di tengah medan yang cukup sulit dan akses jalan yang terbatas, semangat gotong royong tetap terlihat kuat.
Personel Satgas TMMD bersama relawan dan warga bahu membahu mengangkut material hingga memasang bata batako demi mempercepat pembangunan ruang belajar baru bagi anak-anak di wilayah terpencil tersebut.
Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf. Dwi Djunaidi Mulyono, S.E., M.I.P., mengatakan pembangunan terus dikebut agar para siswa segera memiliki ruang belajar yang aman dan nyaman.
“Satgas TMMD Ke-128 bersama relawan dan masyarakat terus bekerja maksimal demi mempercepat pembangunan RKB ini. Semoga proses pembangunan berjalan lancar sehingga anak-anak di Batu Nyangka dapat segera menikmati fasilitas belajar yang lebih layak,” ujar Dandim.
Kebersamaan antara TNI, relawan, dan masyarakat tampak begitu erat dalam setiap proses pengerjaan.
Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
Warga setempat pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kodim 0424/Tanggamus yang hadir membantu pembangunan sekolah di Pedukuhan Batu Nyangka.
Mereka berharap pembangunan Ruang Kelas Baru tersebut dapat segera rampung dan digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Bagi masyarakat Batu Nyangka, pembangunan sekolah ini bukan sekadar mendirikan bangunan baru, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masa depan anak-anak mereka.
Di tengah keterbatasan yang ada, semangat kebersamaan yang terbangun menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas yang diperjuangkan bersama. (*)