Rembuk Merah Putih, FKPT Lampung Ajak Pemuda Berpikir Kritis dan Perkuat Literasi Beragama
Tampan Fernando
Bandar Lampung
"Kalau dilihat saat ini sepertinya aman, tapi indikasi itu masih ada dengan gerakan-gerakan tertutup," jelas dia.
Menurutnya indeks potensi radikalisme Provinsi Lampung memang masih dalam posisi rendah atau low. Tapi hal itu harus tetap diwaspadai oleh seluruh kalangan masyarakat.
"Indeksnya masuk di level low high risk, tapi kita tidak boleh lalai, harus selalu waspada. Untuk itu kita mengharapkan peran serta FKPT dan berkolaborasi dengan semua pihak menyampaikan pesan damai dan pesan toleransi," tandasnya.
Sementara Ketua FKPT Lampung, M Firsada menyebut indeks potensi radikalisme di Lampung mengalami perubahan setiap tahun yang dipengaruhi peristiwa dan fenomena konflik agama.
"Tahun 2023 indeks potensi radikalisme Lampung di angka 12,3. Tahun 2024 turun 0,3 berada, artinya kita berada di tengah-tengah (tidak tinggi dan tidak rendah," jelas Firsada.
"Pernah juga di angka 10 dan 11, tergantung sikap masyarakat terhadap fenomena konflik agama.
"Seperti kejadian di tahun 2021 ada pembubaran perayaan Natal di Tulangbawang. Itu mempengaruhi indeks. Tahun 2022 ada pembubaran ibadah gereja di Rajabasa, Ketua RT lompat pagar. Itu mempengaruhi sikap masyarakat," bebernya.
Untuk itu M Firsada berpesan agar seluruh masyarakat terutama generasi muda agar memperkuat literasi beragama dan berpikir kritis. Sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ideologi yang menyimpang mengatasnamakan agama.
Ia juga berharap kegiatan Rembuk Merah Putih ini dapat menjadi wadah bagi seluruh peserta untuk turut mencegah penyebaran paham radikal dan menyampaikan pesan dalai dalam keberagaman. (*)
Rembuk Merah Putih
Terorisme
radikalisme
FKPT Lampung
BNPT
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
