Rahasia di Balik Sepatu Favorit Pejabat Lambar? Ini Jawabannya
Arya Besari
Lampung Barat
Sebagai pejabat yang kerap turun ke lapangan, Heru menilai sepatu tersebut lebih mendukung aktivitas kerjanya, terutama saat menghadapi kondisi medan yang becek dan cuaca hujan.
“Kebetulan saya di perhubungan juga. Kalau harus ke lapangan saat becek dan hujan, sepatu kets bisa kemasukan air. Kalau sepatu ini lebih aman,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Lampung Barat Erick Enriko yang memilih sepatu Dokmar bukan karena tren, melainkan pertimbangan sederhana: harga terjangkau dan kenyamanan.
“Bagi saya, yang penting itu murah dan nyaman. Dua itu saja intinya,” kata Erick.
Menurutnya, daya tahan sepatu tidak selalu ditentukan oleh merek mahal, melainkan dari cara pemakaian sehari-hari.
“Kalau masalah cepat rusak atau tidak, itu tergantung pemakaiannya,” ujarnya.
Saat ditanya alasan tidak memilih sepatu bermerek ternama, Erick menegaskan dirinya tidak terlalu mempersoalkan gengsi.
“Saya tidak melihat dari merek. Yang penting fungsinya tetap maksimal, nyaman dipakai, dan harganya terjangkau,” tuturnya.
Pilihan kedua pejabat tersebut menunjukkan bahwa di tengah perkembangan tren fesyen, sebagian aparatur pemerintah tetap mengutamakan fungsi, kenyamanan, serta kebiasaan lama dalam menunjang aktivitas kerja sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan format hybrid, yakni gabungan luring dan daring.
LampungBarat
Musrenbang2026
OPDLampungBarat
SepatuFormal
PejabatLampungBarat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
