PTPN I Regional 2: PT BMN Beri SP-3 Petani Penggarap Lahan PTPN I Kebun Ciater
lampung@rilis.id
Subang
Mendengar insiden itu, petugas dari PTPN I Regional 2 didampingi anggota TNI yang bertugas, serta pihak PT BMN mendatangi lokasi untuk melerai dan meredakan situasi.
“Hadirnya petugas di lokasi semata-mata untuk menengahi perselisihan yang terjadi di lapangan agar situasi tetap kondusif. Anggota TNI yang bersama kami adalah tugas pengamanan aset negara dan keberadaannya sah,” jelasnya.
Syamsul juga mengomentari viralnya insiden tersebut yang cenderung biasfakta. Ia menyebut dua poin yang kemudian diblow up sehingga seolah-olah terjadi pelanggaran hokum. Yakni, soal keberadaan parang dan rumor adanya perusakan tempat ibadah.
“Ya, namanya kerja di kebun, hampir semua bawa alat, antara lain parang atau golok. Juga soal adanya narasi perusakan musala, itu tidak benar. Gubuk kecil yang berada di lokasi itu tempat berteduh dan tempat mereka menyimpan alat. Mohon semua pihak untuk melihat peristiwa secara jernih dan tidak terprovokasi,” kata dia.
PTPN I Regional 2 memastikan bahwa insiden yang terjadi telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak yang terlibat, tanpa adanya tuntutan lanjutan.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan dialogis. Bahkan dalam proses sebelumnya, beberapa penggarap telah secara sukarela mengosongkan lahan,” ujarnya. (*)
PTPN I Regional 2
PT BMN
Petani
PTPN I Kebun Ciater
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
