Provinsi Lampung Sumbang Rp4,21 Triliun Cuan ke Kas Negara
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Adanya efisiensi belanja memang menekan pengeluaran, terutama belanja barang dan modal yang terkontraksi -27,76 persen (yoy).
Namun, pada Mei 2025 terlihat adanya percepatan realisasi anggaran. Pertumbuhan secara bulanan yang cukup tinggi menunjukkan pelaksanaan program dan kegiatan mulai berjalan lebih intensif, mencerminkan perbaikan dalam ritme penyerapan anggaran.
Lebih lanjut, Purwadhi mengungkapkan defisit anggaran di Lampung juga menunjukkan tren penyempitan. Hingga akhir Mei 2025, defisit tercatat sebesar Rp7,71 triliun, atau menyempit 19,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (*)
pendapatan negara
Pendapatan Lampung
DJPb Lampung
kajian fiskal Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
