Program Desaku Maju Jadi Senjata Baru Lampung Tekan Kemiskinan Desa

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

30 November 2025 17:01 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Kepala Bappeda Lampung, Anang Risgiyanto/foto: ist
Rilis ID
Kepala Bappeda Lampung, Anang Risgiyanto/foto: ist

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung kembali menegaskan komitmennya membangun ekonomi berbasis desa melalui program unggulan Desaku Maju. Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, pada Minggu (30/11/2025), menyampaikan bahwa program ini menjadi motor baru untuk menurunkan kemiskinan desa yang saat ini masih menjadi tantangan serius di daerah.

“Desaku Maju dibangun untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa dari hulu hingga hilir. Ini bukan program seremonial, tapi langkah strategis untuk memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan baru,” tegas Anang.

Berdasarkan data Bappeda, tingkat kemiskinan Provinsi Lampung tahun 2025 berada pada angka 10,00%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 8,47%. Konsentrasi kemiskinan bahkan masih terpusat di wilayah pedesaan, yakni 11,32%, jauh di atas wilayah perkotaan sebesar 7,49%.

“Ada 657 ribu lebih warga miskin di desa. Jika akar masalahnya tidak kita selesaikan, penurunan kemiskinan akan terus melambat,” kata Anang.

Lampung juga mencatat perlambatan penurunan kemiskinan desa; pada September 2024 jumlah warga miskin desa justru naik 2.600 orang, sementara wilayah kota turun 4.500 orang.

Anang menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada rantai produksi desa yang tidak memberikan nilai tambah signifikan bagi petani. Komoditas seperti padi, jagung, dan singkong selama ini dijual dalam bentuk mentah sehingga keuntungan terbesar justru dinikmati pedagang besar dan industri.

Selain itu, lemahnya hilirisasi dan masih terbatasnya mesin produksi seperti dryer, mocaf, dan sarana penyimpanan memperburuk posisi tawar petani.

“Petani padi adalah kelompok paling rentan. Mereka bekerja keras, tapi nilai tambahnya paling kecil. Inilah yang ingin kami ubah melalui Desaku Maju,” ujar Anang.

Desaku Maju dirancang sebagai program lintas sektor dengan tujuan Meningkatkan produktivitas pertanian; Mendorong hilirisasi komoditas unggulan; Memperkuat kelembagaan desa (BUMDes, Kopdes); Membangun tata niaga yang adil; dan Memperkuat kemandirian desa. Program ini menargetkan peningkatan status Desa Mandiri dari 21,42% menjadi 25,42% pada 2030.

Skema ekosistem yang dibangun meliputi: Hilirisasi padi, jagung, singkong menjadi GKG, jagung kering, gaplek, hingga mocaf; Pengolahan kopi dan kakao; Pengembangan pakan, POC, hingga produk siap saji; Penguatan BUMDes, Kopdes, kelompok tani, dan UMKM; dan Akses modal bagi desa melalui bank & off-taker seperti Bulog.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Desaku maju

kepala bappeda Lampung

Anang Risgiyanto

kemiskinan

desa

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya