Presiden Prabowo Luncurkan 80.081 Koperasi Merah Putih, Gubernur Hadir di Way Urang Lamsel
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Dalam laporannya, Menko Pangan selaku Ketua Satgas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa sebanyak 80.081 kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk dan berbadan hukum. Inisiatif besar yang dipimpin langsung oleh Presiden ini menandai tonggak sejarah baru dalam perjalanan perkoperasian di Indonesia, melahirkan wajah baru koperasi yang modern, efektif, dan digital.
"Alhamdulillah, Bapak Presiden, hari ini secara hukum sudah terbentuk sebanyak 80.081 koperasi," ujar Zulkifli.
Zulkifli berharap Koperasi Merah Putih menjadi garda terdepan dalam memberantas tengkulak dan rentenir, serta memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku ekonomi desa dengan prinsip gotong royong dan kekeluargaan.
Untuk memastikan keberhasilan inisiatif ini, pemerintah telah membentuk satuan tugas, mulai dari tingkat pusat yang diketuai oleh Menko Pangan sendiri, hingga ke tingkat provinsi (Gubernur) dan kabupaten/kota (Bupati/Wali Kota). Satuan tugas ini bertanggung jawab untuk mendampingi dan memfasilitasi rakyat di desa, memastikan mereka tidak berjalan sendiri.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, satuan tugas mendampingi koperasi agar dapat menjalankan usaha sekurang-kurangnya gerai sembako untuk memangkas rantai pasok yang panjang," terang Zulkifli.
Dalam sambutannya di Way Urang, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa meskipun Lampung dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan potensi besar di sektor pertanian, namun hal ini belum sepenuhnya menjamin kemakmuran masyarakat. Ia menyoroti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang mencapai Rp483 triliun, namun pendapatan per kapita baru Rp51 juta, dengan pengeluaran per kapita hanya Rp15 juta per bulan.
"Perekonomian Lampung terbesar keempat se-Sumatera, akan tetapi per kapitanya rendah," ujarnya.
Disinilah, menurut Gubernur, koperasi hadir. "Bukan hanya sebagai wadah usaha, tapi sebagai jalan memperkuat ekonomi rakyat, memakmurkan rakyat. Program Koperasi Merah Putih adalah langkah strategis untuk mendorong kemandirian desa, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif," tegasnya.
Gubernur Mirza bersyukur karena seluruh desa dan kelurahan di Lampung lebih dari 2.600 sudah memiliki Koperasi Merah Putih yang resmi berbadan hukum. "Kita patut bangga karena Lampung menjadi provinsi pertama di Indonesia yang berhasil mencapai 100% pembentukan koperasi ini," ujarnya.
Gubernur Mirza mengingatkan bahwa pekerjaan belum selesai. Tantangan kini adalah memastikan koperasi-koperasi ini dikelola dengan baik dan berkelanjutan, dengan pengurus yang kompeten dan semangat pelayanan, kegiatan yang berdampak langsung pada ekonomi warga, serta menjadi mitra pemerintah dalam distribusi keadilan ekonomi di desa.
Presiden Prabowo Subianto
Koperasi desa Merah Putih
Kopdes Merah Putih
dinas koperasi dan UMKM
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
