Pembangunan GOR Saburai Mangkrak: Janji yang Tertinggal di Balik Tiang Beton
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Jumat siang (13/6/2025) di kawasan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, tiang-tiang beton itu berdiri diam. Sebagian sudah tertutup semak ilalang yang tumbuh liar. Tak ada pekerja, tak ada suara mesin. Hanya bangunan semi permanen dari triplek yang sudah rapuh menandai pernah ada aktivitas di sana.
Inilah lokasi proyek pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Saburai, janji besar yang kini seolah terlupakan. GOR Saburai dulu berdiri megah di Enggal, menjadi simbol olahraga dan kebanggaan warga Bandar Lampung.
Meski terbilang gedung tua, namun GOR Saburai kala itu jadi pusat olahraga masyarakat, terlebih lokasinya di tengah kota. Namun pada 2023, bangunan itu dirubuhkan total untuk memberi ruang bagi pembangunan Masjid Raya Al-Bakrie.
Sebagai gantinya, Pemprov Lampung berjanji membangun GOR baru di kawasan PKOR Way Halim. Gubernur Arinal Djunaidi saat itu turun langsung bersama perwakilan Kemenpora dalam seremoni peletakan batu pertama pada 20 Februari 2023.
Harapan pun tumbuh. GOR baru itu disebut-sebut akan menjadi pusat olahraga modern. Tapi janji tinggal janji. Dua tahun berselang, pembangunan GOR pengganti tak kunjung selesai. Bahkan nyaris tak bergerak.
Pantauan Rilis.id, tiang-tiang beton GOR berdiri bagai monumen setengah jadi, sementara rerumputan dan semak belukar mulai mengambil alih.
Di luar pagar seng yang mengelilingi proyek, berdiri sebuah tugu tua yang dipindahkan dari lokasi lama. Di sana tertera prasasti peresmian GOR Saburai tahun 1977, ditandatangani Gubernur Lampung kala itu, R. Sutiyoso, seolah menjadi pengingat bahwa GOR ini pernah berjaya.
Kini, dengan pergantian kepemimpinan dari Arinal ke Mirza, nasib proyek itu kembali dipertanyakan. Akankah dilanjutkan? Atau dibiarkan berhenti di tengah jalan?
GOR Saburai
PKOR Way Halim
gor Lampung
Pemprov Lampung
venue olahraga
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
