Momen Menteri PU Naik Perahu Rakit ‘Viral’ Menyeberang ke Desa Kali Pasir Lampung Timur
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau jembatan mangkrak di Desa Kali Pasir, Lampung Timur, Kamis (5/2/2025).
Kunjungan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas viralnya kondisi warga yang harus menyeberang sungai menggunakan perahu rakit untuk keluar masuk desa.
Video yang ramai di media sosial memperlihatkan puluhan pelajar bergantian menaiki rakit untuk berangkat sekolah.
Mirisnya, di belakang lokasi penyeberangan, berdiri pilar-pilar beton jembatan yang sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu. Namun proyek tersebut mangkrak lantaran terkendala kasus hukum.
Dody mengatakan, ia datang setelah menerima perintah Presiden Prabowo melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) untuk mengecek langsung kondisi di lapangan.
“Saya ditelpon Seskab atas arahan Presiden, diminta untuk menindaklanjuti kondisi di sini,” kata Dody.
Usai meninjau jembatan yang mangkrak, Dody bersama jajaran Kementerian PU dan Forkopimda Lampung Timur ikut mencoba menyeberang menggunakan perahu rakit menuju Desa Kali Pasir, yang selama ini terisolasi karena tidak memiliki akses jembatan.
Dua rakit digunakan untuk menyeberang. Rombongan Menteri Dody menggunakan rakit berukuran lebih kecil yang terbuat dari kayu. Sementara rombongan lainnya menaiki rakit berukuran lebih besar yang terbuat dari plat besi.
Dalam perjalanan, rakit yang membawa Dody lebih dulu tiba di Desa Kali Pasir. Rombongan kemudian kembali menuju titik penyeberangan. Namun saat hendak menyeberang lagi, rakit besar yang terbuat dari besi sempat kandas dan tidak bisa bergerak.
Rakit itu baru bisa melaju setelah rakit tambahan didatangkan untuk mengurangi jumlah penumpang. Kondisi aliran sungai yang tengah meluap turut membuat proses penyeberangan berjalan lebih sulit.
Kali Pasir
jembatan Way Bungur
Menteri PU
Dody Hanggodo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
