Lampung Timur Perkuat Perlindungan PMI lewat Desa Migran EMAS
Muklis
Metro
“Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat,” ujarnya.
Wakil Ketua Lakpesdam PBNU, Muhammad Nur Khoiron, mengungkapkan bahwa negara tujuan utama pekerja migran asal Indonesia, termasuk dari Lampung Timur, masih didominasi Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia.
“Sebagian besar bekerja di sektor pekerja rumah tangga dan buruh perkebunan, dengan latar belakang pendidikan rata-rata lulusan SMP,” katanya.
Fakta tersebut, lanjutnya, menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan, pendidikan berkelanjutan, serta literasi keuangan agar PMI memiliki peluang kerja yang lebih baik, aman, dan bermartabat.
Sementara itu, Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif Direktorat Jenderal Pemberdayaan BP2MI, Sukarman, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan lokakarya tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Lampung Timur menjadi daerah kedelapan pelaksanaan kegiatan serupa di Indonesia.
“Ini merupakan gerakan membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai langkah awal yang strategis. Banyak tantangan perlindungan dan pemberdayaan PMI yang harus ditangani bersama, dari tingkat pusat hingga daerah,” ujar Sukarman.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi dan sosial harus menjadi pemicu utama seluruh pemangku kepentingan agar perlindungan pekerja migran berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan keluarga mereka.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pekerja migran Indonesia yang terlindungi, berdaya, dan sejahtera,” pungkasnya.(*)
Perlindungan PMI
Desa Migran EMAS
Lampung Timur
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
