Lampung Timur Perkuat Perlindungan PMI lewat Desa Migran EMAS
Muklis
Metro
RILISID, Metro — Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menegaskan komitmennya dalam melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera).
Komitmen tersebut disampaikan dalam Lokakarya Multi-Pemangku Kepentingan Program Desa Migran EMAS Kabupaten Lampung Timur yang digelar di Aidia Grand Hotel, Kota Metro, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, GIZ, dan Lakpesdam PBNU.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala BP3MI Lampung Kombes Pol. Mulya Nugraha, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Miftahuddin, Kepala Bappeda Lampung Timur, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, Rois Syuriah PCNU Lampung Timur, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sekretaris Daerah Lampung Timur, Rustam Effendi, mengatakan Lampung Timur merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran yang cukup besar.
“Pekerja migran telah memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga bagi pembangunan daerah melalui remitansi, peningkatan keterampilan, dan pengalaman kerja yang diperoleh dari luar negeri,” kata Rustam.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan migrasi tenaga kerja, antara lain keberangkatan nonprosedural, keterbatasan akses informasi dan pelatihan, lemahnya perlindungan tenaga kerja, serta belum optimalnya pemberdayaan ekonomi keluarga PMI setelah kembali ke daerah asal.
Menurut Rustam, Program Desa Migran EMAS menjadi langkah strategis karena tidak hanya membangun sistem layanan migrasi yang aman, tetapi juga menciptakan ekosistem pemberdayaan masyarakat desa agar lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Ia menegaskan bahwa persoalan pekerja migran tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Perlindungan PMI
Desa Migran EMAS
Lampung Timur
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
