Lampung Jadi Daerah Pertama Miliki Kelas Migran Vokasi

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

30 Juli 2025 16:36 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Penandatangan MoU antara Pemprov Lampung dengan Menteri P2MI di Bagasraya, Bandar Lampung/foto: rima
Rilis ID
Penandatangan MoU antara Pemprov Lampung dengan Menteri P2MI di Bagasraya, Bandar Lampung/foto: rima

RILISID, Bandarlampung — Provinsi Lampung jadi yang pertama se-Indonesia yang memiliki kelas migran. Hal ini disampaikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding dalam kunjungan kerjanya di Lampung sekaligus meresmikan Kelas Migran Vokasi yang digelar di Bagasraya, Bandar Lampung Rabu 30 Juli 2025.

Ternyata gagasan ini dinilai Menteri Abdul Kadir sebagai suatu gagasan yang baru dan membuatnya mengajak seluruh daerah se-Indonesia untuk memiliki program serupa.

"Gagasan soal kelas migran sesungguhnya berasal dari Lampung. Jadi Lampung yang pertama menggas seoal kelas migran ini, idenya dari gubernur dan kawan-kawan akhirnya di mana saya jadikan model di seluruh provinsi se-Indonesia," ujar Menteri Abdul Kadir.

Sementara dalam sambutannya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan Jumlah Angkatan Kerja di Provinsi Lampung sebanyak 5,09 juta orang, dengan jumlah Penduduk yang bekerja sebanyak 4,8 juta orang.

Di mana 1,4 juta bekerja pada kegiatan formal dan sebanyak 3,4 juta orang bekerja kegiatan informal.

"Selanjutnya Tingkat Pengangguran terbuka sebanyak 206.8 ribu orang atau sebesar 4,07%, dengan rincian dari lulusan SMA/MA sebanyak 6,88%, ini merupakan jenjang dengan TPT tertinggi, sedangkan untuk TPT dari lulusan SMK sebanyak 5,77%," kata Mirza.

Ini menjadi sinyal kuat bahwa lulusan yang belum cukup tersambung dengan kebutuhan dunia kerja terutama lulusan dari SMA dan SMK kita, baik di dalam maupun luar negeri.

Maka dari itu, lahirlah Program "Kelas Migran Vokasi", sebuah inovasi dari Pemerintah Provinsi Lampung yang penting kami kolaborasikan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang bertujuan untuk Meningkatkan keterampilan dan daya saing siswa SMA dan SMK, kemudian Mempersiapkan mereka menjadi tenaga kerja migran yang profesional, Serta memberikan pelindungan dan pendampingan yang layak dan manusiawi Dalam paradigma pembangunan sumber daya manusia yang kami yakini, bekerja ke luar negeri bukan lagi pilihan alternatif, tetapi menjadi peluang strategis. 

"Bagi adik-adik dari lulusan SMA/SMK, cara untuk bekerja ke luar negeri adalah meningkatkan kemampuan teknis, memperluas pengalaman, dan menempa diri menjadi insan profesional yang tangguh," kata Mirza.

Bagi pemerintah daerah, ini adalah investasi besar terhadap masa depan. Dirinya juga percaya, pemuda-pemudi Lampung yang suatu saat bekerja di luar negeri dengan bekal keterampilan dan karakter, akan kembali sebagai pemuda-pemudi yang memiliki: wawasan global, etos kerja internasional, dan berpeluang besar menjadi wirausahawan muda yang akan banyak menyerap tenaga kerja baru di daerah masing masing.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Kelas migran vokasi

menteri p2mi

Abdul kadir Karding

gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya