Kader NU Lamtim Ditempa Jadi Garda Depan NKRI Lewat PDPKPNU
Agus Pamintaher
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.
Hal itu dapat dilihat saat menggelar Pendidikan dasar, Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PDPKPNU) Zona 4 meliputi wilayah Batanghari Nuban, Raman Utara, Way Bungur, dan Purbolinggo.
Secara resmi acara dibuka pada hari Sabtu (27/9/2025) di Pondok Pesantren Darun Nasyiin Bumi Jawa, Kecamatan Batanghari Nuban.
Sebanyak 101 peserta dari berbagai latar belakang nampak antusias mengikuti pelatihan yang akan berlangsung hingga 29 September 2025.
Semangat mereka menjadi bukti nyata dukungan terhadap upaya NU dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
Ketua PCNU Kabupaten Lamtim KH. Dardiri Ahmad, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat melahirkan kader-kader yang solid, militan, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita ingin mendidik kader NU yang kompak, militan, dan memiliki komitmen tinggi terhadap NKRI, serta memperkuat pemahaman Aswaja An Nahdliyah. Kaderisasi ini adalah fondasi bagi penguatan akidah Nahdlatul Ulama, ideologi NU yang akan terus kita jaga dan kembangkan," tegas Gus Dar sapaan akrabnya.
Ketua koordinator Zona 4 PDPKPNU Hevzon, mengungkapkan rasa bangganya atas tingginya partisipasi peserta dalam pengkaderan ini.
"Kehadiran 101 peserta yang telah tercatat dalam Siskader ini adalah bukti nyata dukungan terhadap upaya NU dalam membentuk SDM berkualitas dan berakhlak mulia," ujarnya dengan penuh semangat.
PDPKPNU diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkokoh jaringan NU di Lamtim serta menghasilkan kader-kader yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan agama.
Kader NU
garda depan
Pendidikan Intensif
Kabupaten Lamtim
c
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
