Hingga Mei 2025, Realisasi Penyaluran KUR di Lampung Capai Rp3,87 Triliun
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat nampaknya tak berpengaruh kondisi efisiensi yang tengah dijalani pemerintah saat ini.
Karena berdasarkan data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kanwil Provinsi Lampung, penyaluran KUR saat ini sudah mencapai Rp3,87 Triliun.
Hal ini disampaikan Farhan Fatnanto, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil DJPb Provinsi Lampung.
Menurutnya, pada tahun 2025, target penyaluran KUR di Lampung ditetapkan sebesar Rp9,99 triliun, meningkat 10,27% dari tahun sebelumnya, dengan target debitur naik 14,45% menjadi 137.163 orang.
"Hingga 22 Mei 2025, realisasi penyaluran mencapai Rp3,87 triliun atau 38,74% dari target, dengan 72.672 debitur atau 52,98% dari target," kata Farhan, Senin 26 Mei 2025.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penyaluran KUR triwulan I 2025 sudah tumbuh 4,57%.
Pertumbuhan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan nyata dari tren positif dan peningkatan akses pembiayaan produktif bagi UMKM di Lampung.
"Ini menunjukkan bahwa program KUR tidak hanya berjalan, tetapi juga terus berkembang dan memberikan dampak nyata dalam mendukung roda perekonomian daerah," kata Farhan.
Selanjutnya dalam distribusi penyaluran KUR sendiri di Lampung masih didominasi oleh Kabupaten Lampung Tengah dengan porsi 24,46% (Rp946,62 miliar).
Disusul Lampung Timur 14,76%, dan Lampung Selatan 11,53%. Sementara daerah dengan penyaluran terendah antara lain Pesisir Barat (1,03%) dan Tulang Bawang Barat (1,33%).
Kredit usaha rakyat
dirjen Perbendaharaan Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
