Harga Jagung Anjlok, Petani di Lamsel Kesulitan Raih Keuntungan
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
Untuk satu hektar lahan, petani bisa membutuhkan hingga satu ton pupuk selama satu kali masa tanam.
Ia juga membeberkan, modal awal yang harus dikeluarkan petani jagung cukup tinggi, mencapai sekitar Rp9 juta per musim tanam.
Biaya tersebut mencakup pembelian bibit yang harganya mencapai Rp2,4 juta per dos, obat-obatan, upah tenaga kerja, biaya transportasi, serta biaya operasional lainnya.
“Di lahan saya, ada sekitar sepuluh orang pekerja yang membantu saat panen. Untuk seperempat hektar lahan biasanya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari, tergantung kondisi cuaca. Upahnya Rp8.000 per karung jagung, ditambah biaya sewa mobil untuk mengangkut hasil panen ke pabrik,” jelas Andi.
Jagung hasil panen tersebut kemudian dijual ke tempat penampungan atau pabrik yang berada di wilayah Kecamatan Sidomulyo.
Kondisi pasar yang belum stabil membuat petani tetap kesulitan memperoleh keuntungan yang layak.
“Walaupun jagung langsung dijual ke pabrik, dengan harga seperti sekarang kami tetap belum bisa mendapatkan keuntungan yang memadai,” pungkasnya. (*)
Petani Jagung
Lampung Selatan
Katibung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
