Harga Jagung Anjlok, Petani di Lamsel Kesulitan Raih Keuntungan

Ahmad Kurdy

Ahmad Kurdy

Lampung Selatan

9 Februari 2026 16:58 WIB
Daerah | Rilis ID
Petani di Kecamatan Katibung Lamsel.
Rilis ID
Petani di Kecamatan Katibung Lamsel.

Untuk satu hektar lahan, petani bisa membutuhkan hingga satu ton pupuk selama satu kali masa tanam.

Ia juga membeberkan, modal awal yang harus dikeluarkan petani jagung cukup tinggi, mencapai sekitar Rp9 juta per musim tanam.

Biaya tersebut mencakup pembelian bibit yang harganya mencapai Rp2,4 juta per dos, obat-obatan, upah tenaga kerja, biaya transportasi, serta biaya operasional lainnya.

“Di lahan saya, ada sekitar sepuluh orang pekerja yang membantu saat panen. Untuk seperempat hektar lahan biasanya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari, tergantung kondisi cuaca. Upahnya Rp8.000 per karung jagung, ditambah biaya sewa mobil untuk mengangkut hasil panen ke pabrik,” jelas Andi.

Jagung hasil panen tersebut kemudian dijual ke tempat penampungan atau pabrik yang berada di wilayah Kecamatan Sidomulyo.

Kondisi pasar yang belum stabil membuat petani tetap kesulitan memperoleh keuntungan yang layak.

“Walaupun jagung langsung dijual ke pabrik, dengan harga seperti sekarang kami tetap belum bisa mendapatkan keuntungan yang memadai,” pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Petani Jagung

Lampung Selatan

Katibung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya