Gubernur Mirza Launching MBG di Seputih Raman Lamteng
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
“Anak-anak yang sehat dan bergizi akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan kompetitif. Ini adalah pondasi menuju Indonesia Emas 2045 dan Lampung Maju,” ujar Gubernur.
Diakhir, Gubernur Mirza menekankan agar seluruh perangkat desa menjalin kolaborasi dan sinergi antara Koperasi Merah Putih, Bumdes dan Dapur MBG. Kolaborasi dan koordinasi ini, Menurut Gubernur Mirza akan mampu menghidupkan perekonomian di desa.
Program MBG juga diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung, terutama pada dimensi kesehatan dan pendidikan. Asupan gizi yang cukup berpengaruh langsung terhadap tingkat partisipasi sekolah, prestasi belajar, dan penurunan angka stunting.
Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi dari salah satu pilar utama Visi “Lampung Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan”. Program MBG menjadi refleksi nyata bahwa pembangunan manusia dilakukan secara menyeluruh mulai dari desa, tanpa meninggalkan kelompok rentan.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mirza melakukan pengguntingan pita yang menandai secara resmi beroperasinya Dapur Makan Bergizi Gratis Yayasan Sai Bumei Berjaya. Gubernur meninjau langsung kondisi Dapur MBG, bahkan memonitor langsung pembagian MBG di SDN 2 Rama Indra Seputih Raman.
Gubernur menyaksikan anak-anak SDN 2 Rama Indra menikmati MBG saat jam makan siang. Gubernur Mirza berkesempatan bercengkrama dengan anak-anak dan memantau langsung menu MBG yang disajikan.
Apriyani, Guru pengajar sekaligus wali kelas siswa Kelas 3 SDN 2 Rama Indera sangat mendukung Program MBG bagi siswa-siswi di sekolahnya.
"kadang-kadang anak-anak jajan sembarangan, bahkan sekalipun sudah sarapan mereka masih jajan yang kurang bermanfaat, MBG ini lebih baik dan mengurangi jajan anak-anak dan menunya lengkap, ikan, sayuran, susu, jadi lebih bergizi buat anak-anak," kata Apriyani. (*).
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
makan bergizi gratis
mbg
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
