PLN Gerak Cepat Perbaiki Jaringan Listrik Terdampak Longsor di Pesawaran
Fi fita
Pesawaran
RILISID, Pesawaran — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung pada Kamis sore (27/02) menyebabkan banjir di sejumlah titik hingga bencana longsor.
Salah satunya di Jl. Turunan Pematang Rinjing Kabupaten Pesawaran. Akibatnya, satu batang tiang pada gardu listrik ikut tumbang ke jalan.
Kejadian tersebut menimbulkan kemacetan panjang dari kedua arah karena material longsor berupa tanah mengakibatkan tiang listrik yang roboh menutupi sisi jalan.
Mendapati informasi dari masyarakat melalui PLN Mobile, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjung Karang M Harryadi Poel beserta tim PLN ULP Teluk Betung bergerak cepat terjun ke lokasi tersebut untuk melakukan perbaikan dan evakuasi jaringan listrik.
Berkolaborasi dengan Kepolisian setempat, PLN dan aparat bekerjasama melaksanakan proses perbaikan dan pembersihan jalan dari longsor hingga perbaikan pasokan listrik dapat dilakukan dengan cepat.
“Pekerjaan mulai dilakukan sekitar pukul 16.55 WIB sampai dengan pukul 02.28 WIB, PLN berhasil melakukan penggantian tiang yang roboh dengan cepat dan aman,” jelas Harryadi.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam menghadapi cuaca ekstrem di Bandar Lampung.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati akan bahaya kelistrikan dan dapat melaporkan apabila terdapat potensi yang membahayakan terutama saat banjir di lingkungan sekitar dengan melapor ke Super Apss PLN mobile atau call center 0721 123,” pungkas Harryadi.
Terlihat Ketua DPRD Pesawaran Achmad Rico Julian di lokasi kejadian. Rico mengapresiasi gerak cepat dan tanggap PLN dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta percepatan pemulihan kelistrikan di lokasi tersebut.
“Kami memberikan apresiasi kepada PLN dalam proses perbaikan dan penggantian tiang yang roboh dengan cepat,” ungkapnya. (*)
Pln uid lampung
pt pln persero
listrik
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
