Mbah Wasiman Lansia Gigih di Lambar, Rawat Anak Disabilitas Hanya Andalkan Ternak Orang Lain Demi Bertahan Hidup
Anton Suryadi
Lampung Barat
Yang lebih menyedihkan lagi, sang kakak hingga kini belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Padahal, ia sudah memiliki kartu keluarga sendiri dan telah resmi menjadi warga Lambar.
"Kakak saya sudah kami daftarkan, dari kelurahan sampai ke Dimas Sosial, tapi sampai sekarang belum juga ada sinyal bantuan. Beliau itu janda, tidak punya anak, dan sudah tua. Kami yang menanggung semuanya," keluh Mbah Wasiman.
Mbah Wasiman mengaku dulunya hanya seorang kuli bangunan.
Namun, karena faktor usia, kini ia hanya bisa membantu mencari pakan ternak.
Hewan-hewan yang mereka rawat bukan juga bukan milik pribadi, melainkan milik orang lain.
Sistemnya bagi hasil jika ternak beranak, baru ada hasil untuk mereka.
"Jangan lihat dari kambingnya, itu bukan punya kami. Kalau kambingnya belum beranak, ya belum bisa dibagi hasil. Kadang malah rugi, pernah juga kambingnya mati waktu harusnya dibagi," jelasnya.
Saat ini, mereka merawat 10 kambing dan 3 sapi, jika ada kebutuhan mendesak, tak jarang mereka meminta kasbon dari pemilik ternak, yang nantinya akan dipotong dari bagi hasil yang belum tentu mereka terima.
Anak mereka yang disabilitas juga hanya bisa beraktivitas di rumah, duduk menonton TV, makan, dan tidur.
Lambar
Lansia
Bansos
rawat anak
disabilitas
pelataran Pemkab Lambar
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
