Mbah Wasiman Lansia Gigih di Lambar, Rawat Anak Disabilitas Hanya Andalkan Ternak Orang Lain Demi Bertahan Hidup
Anton Suryadi
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Di pelataran gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) tepatnya di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, hidup sepasang suami istri lansia yang tetap tegar menapaki kerasnya kehidupan.
Mbah Wasiman (80) dan istrinya, Mbah Suratmi (78), tak hanya harus bergelut dengan usia senja, namun keduanya juga harus merawat anak mereka yang menyandang disabilitas sejak lahir.
Untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, mereka hanya mengandalkan hasil merawat kambing dan sapi milik orang lain.
Di tengah kesederhanaan, keduanya tetap setia mengais rejeki, meski hanya sekadar mencari rumput untuk ternak yang mereka urus.
Setiap pagi, Mbah Suratmi harus menyusuri jalan setapak dengan arit di tangan dan topi caping khas petani di kepalanya.
Dengan langkah kecil, ia memotong rumput, mengikatnya dengan kain lusuh, lalu menggendongnya di punggung menuju rumah.
Beban berat itu ia pikul sendiri, dan di usianya yang sudah uzur, ia tetap kuat karena baginya, tak ada pilihan lain selain bertahan.
"Saya enggak mikir apa-apa. Makan seadanya saja sudah bersyukur. Alhamdulillah," ujar Mbah Suratmi dengan senyum lelah, namun ikhlas, Kamis (28/8/2028).
Pasangan yang merantau dari Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah tersebut datang ke Lambar sejak tahun 1979.
Dengan segala keterbatasan, mereka tinggal di rumah sederhana bersama anak disabilitas mereka dan kakak perempuan Mbah Suratmi, yang juga seorang janda tanpa anak.
Lambar
Lansia
Bansos
rawat anak
disabilitas
pelataran Pemkab Lambar
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
