DRB Minta Dukungan Kementrans untuk Vokasi Migran dan Museum Transmigrasi di Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, menyampaikan sejumlah usulan kepada Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (16/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Deni atau biasa disapa DRB ini, menyoroti keberadaan Museum Transmigrasi di Lampung yang disebut sebagai satu-satunya, bahkan menjadi yang pertama di dunia. Saat ini, museum tersebut masih berada dalam tahap perencanaan pengembangan dan membutuhkan dukungan agar dapat dimaksimalkan.
Deni menilai museum transmigrasi memiliki nilai historis yang sangat penting, mengingat sekitar 63 persen penduduk Lampung merupakan keturunan transmigran. Menurutnya, jika dikelola secara optimal, museum tersebut dapat menjadi simbol kebanggaan daerah.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak anak keturunan transmigran yang kini berperan aktif dalam pemerintahan dan pembangunan daerah. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Maulida Zauroh, yang berasal dari Jawa Timur.
Selain museum, Deni turut menyampaikan program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung, yakni Kelas Vokasi Migran, yang menyasar generasi muda dari keluarga transmigran. Program ini difokuskan pada pelatihan bahasa Jepang sebagai bekal memasuki dunia kerja internasional.
Saat ini, sekitar 8.400 siswa mengikuti program tersebut. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Dari total anggaran sekitar Rp6 miliar yang tersedia, sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan tenaga pengajar.
“Untuk memenuhi kebutuhan ideal, anggaran yang ada saat ini masih jauh dari cukup. Setidaknya dibutuhkan lima hingga enam kali lipat dari dana yang tersedia,” kata Deni.
Dalam waktu dekat, Gubernur Lampung dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Transmigrasi guna membahas peluang dukungan pembiayaan dari Kementerian Transmigrasi, khususnya untuk penguatan pelatihan bahasa Jepang bagi anak-anak transmigran.
Deni juga menyinggung hasil kunjungan Menteri Transmigrasi ke Jepang, di mana banyak tenaga kerja asal Indonesia dinilai memiliki etos kerja yang baik dan mendapatkan apresiasi positif.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen membuka akses dan peluang seluas-luasnya bagi generasi muda transmigran. Namun demikian, keterbatasan kemampuan APBD menjadi tantangan tersendiri.
Drb
deni ribowo
kementerian transmigrasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
