DPRD Lampung Ajak Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan Kolaborasi Gelorakan Ideologi Pancasila

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

19 Juli 2025 21:20 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
DPRD Lampung Ajak Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan Kolaborasi Gelorakan Ideologi Pancasila. Foto: ist
Rilis ID
DPRD Lampung Ajak Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan Kolaborasi Gelorakan Ideologi Pancasila. Foto: ist

RILISID, Bandar Lampung — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kota Bandar Lampung, Sabtu, 19 Juli 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, dan dihadiri oleh pejabat Sekretariat DPRD Provinsi Lampung, unsur TNI-Polri, serta aparatur desa setempat.

Dalam acara tersebut, DPRD menghadirkan narasumber Ken Setiawan, mantan anggota kelompok radikal yang kini mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, sebuah lembaga yang fokus pada rehabilitasi korban gerakan radikal NII.

Saat ini, Ken juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan di Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung.

Dalam pemaparannya, Ken menceritakan pengalaman pribadinya saat bergabung dalam kelompok radikal.

Ia menjelaskan bahwa prosesnya diawali dari sikap intoleran—merasa paling benar, menganggap orang lain salah, bahkan menganggap orang lain kafir.

Pemahaman itu lalu berkembang menjadi radikalisme, yang menurutnya hanya satu langkah lagi menuju aksi terorisme.

"Ketika itu, syarat bergabung ke dalam kelompok radikal adalah menolak, mengingkari, dan meninggalkan Pancasila. Kami menganggap Pancasila sebagai thagut atau berhala," ujarnya.

Namun setelah menyadari kekeliruannya, Ken berbalik arah. Kini, ia menjadi salah satu tokoh yang berada di garis depan dalam mengampanyekan Pancasila sebagai kesepakatan bersama yang mampu menyatukan masyarakat Indonesia yang beragam.

Menurut Ken, radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara-cara keras dan drastis. Ia menegaskan bahwa radikalisme tidak dimonopoli oleh satu agama tertentu.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

NII crisis center

Ken Setiawan

terorisme

radikalisme

ideologi Pancasila

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya