Disdikbud Lampung Rilis 20 SMA dengan Persentase Kelulusan PTN Tertinggi Tahun 2026
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mencatat peningkatan jumlah siswa SMA yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun 2026.
Berdasarkan data, jumlah siswa yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengatakan pada tahun 2025 jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBP sebanyak 4.669 orang.
Sementara pada tahun 2026 meningkat menjadi 5.182 siswa.
"Kalau jalur SNBP perlu saya sampaikan bahwa tahun 2025 sebanyak 4.669 siswa, tahun ini meningkat menjadi 5.182 siswa yang diterima. Begitu juga untuk jalur lainnya seperti SPAN-PTKIN dan jalur seleksi lainnya yang saat ini masih dalam proses rekapitulasi, namun secara umum seluruh jalur mengalami peningkatan," kata Thomas Amirico di kantornya, Selasa (2/6/2026).
Menurut Thomas, peningkatan tersebut menunjukkan kualitas pendidikan di Lampung terus membaik.
Disdikbud juga telah melakukan rekapitulasi terhadap sekolah-sekolah dengan persentase tertinggi siswa yang berhasil diterima di PTN melalui jalur SNBP, SPAN/PTKIN, jalur lainnya, dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Dari hasil rekapitulasi tersebut, SMAN 14 Bandar Lampung menempati posisi pertama dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Seluruh 284 siswa kelas XII di sekolah tersebut berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.
"Dari data yang kami akumulasi, ada 20 sekolah terbaik berdasarkan persentase kelulusan siswa yang diterima di PTN. Ini menjadi indikator capaian pendidikan yang cukup membanggakan bagi Provinsi Lampung," ujarnya.
Thomas menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Lampung, mulai dari sekolah, guru, orang tua hingga para siswa.
Sma
sma di Lampung
20 sma kelulusan PTN Tertinggi
Disdikbud Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
